Senin, 28 Mei 2012

Bagaimana Mendidik Karakter Anak?

 Tips  : Membentuk Karakter Anak

 Apa Itu Karakter?

Dennis Coon dalam bukunya Introduction to Psychology : Exploration and Aplication mendefinisikan karakter sebagai suatu penilaian subyektif terhadap kepribadian seseorang yang berkaitan dengan atribut kepribadian yang dapat atau tidak dapat diterima oleh masyarakat. Karakter adalah jawaban mutlak untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik didalam masyarakat.

Beda Karakter dan Kepribadian (Sifat Dasar)

Kepribadian adalah hadiah dari Tuhan Sang Pencipta saat manusia dilahirkan dan setiap orang yang memiliki kepribadian pasti ada kelemahannya dan kelebihannya di aspek kehidupan sosial dan masing-masing pribadi. Kepribadian manusia secara umum ada 4, yaitu : KolerisSanguinisPhlegmatisMelankolis.
Nah, Karakternya dimana? Saat setiap manusia belajar untuk mengatasi dan memperbaiki kelemahannya, serta memunculkan kebiasaan positif yang baru, inilah yang disebut dengan Karakter. Misalnya, seorang dengan kepribadian Sanguin yang sangat suka bercanda dan terkesan tidak serius, lalu sadar dan belajar sehingga mampu membawa dirinya untuk bersikap serius dalam situasi yang membutuhkan ketenangan dan perhatian fokus, itulah Karakter.

Mengapa Seorang Anak Butuh Pendidikan Karakter?
Pada dasarnya, pada perkembangan seorang anak adalah mengembangkan pemahaman yang benar tentang bagaimana dunia ini bekerja, mempelajari ”aturan main” segala aspek yang  ada di dunia ini . Anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter apabila dapat tumbuh pada lingkungan yang berkarakter

Ada 3 Cara Mendidik Karakter Anak:
1. Ubah Lingkungannya, melakukan pendidikan karakter dengan cara menata peraturan serta konsekuensi di sekolah dan dirumah.
2. Berikan Pengetahuan, memberikan pengetahuan bagaimana melakukan perilaku yang diharapakan untuk muncul dalam kesehariannya serta diaplikasikan.
3. Kondisikan Emosinya, emosi manusia adalah kendali 88% dalam kehidupan manusia. Jika mampu menyentuh emosinya dan memberikan informasi yang tepat maka informasi tersebut akan menetap dalam hidupnya.

Karakter apa yang perlu ditumbuhkan dan dibentuk dalam diri anak?
  1. Karakter cinta Tuhan dan segenap ciptaan-Nya
  1. Kemandirian dan Tanggung Jawab
  1. Kejujuran atau Amanah, Diplomatis
  1. Hormat dan Santun
  1. Dermawan, Suka Tolong Menolong & Gotong Royong
  1. Percaya Diri dan Pekerja Cerdas
  1. Kepemimpinan dan Keadilan
  1. Baik dan Rendah Hati
  1. Karakter Toleransi, Kedamaian dan Kesatuan 
Sumber : www.kurikulum pendidikan karakter.com

Minggu, 27 Mei 2012

Bagaimana Mendidik Anak Sejak Dini?


Tips Mendidik Anak Sejak Dini 

      Dari hasil pengamatan, wawancara dengan rekan kerja dan berdasarkan pengalaman sendiri, bahwa orang tua sangat besar peranya dalam mendidik anak, terutama pada anak-anak sejak kecil. Mendidik anak sejak dini sangat menentukan bagaimana perkembangan kedewasaan anak. Sebagai orang tua apapun tingkah lakunya akan dilihat oleh anak dan dijadikan contoh perilaku anak, baik yang baik maupun yang buruk sekalipun. 
Pada dasarnya anak berumur di bawah lima tahun rasa ingin tahu dan belajarnya sangat tinggi.Daya ingat bagi anak di bawah lima tahun sangat tajam dan sebagai orang tua sudah selayaknya memberikan contoh dalam kehidupan sehari-hari dan pada kegiatan-kegiatan yang positif. Sebagai contoh bila orang tua suka membaca, atau suka menulis atau suka berolah raga atau suka menyanyi dan sebagainya, ada kecenderungan si anak untuk mencontohnya. Karena itu berbanggalah orang tua bila bisa melakukan kegiatan-kegiatan positif seperti tersebut diatas sebagai contoh, nantinya akan menanamkan jiwa pada diri anak untuk suka menulis,menggambar,membaca dan lain-lain.Berikut ini adalah beberapa tips mendidik anak sejak usia dini.
1.Berikan contoh dengan mengajaknya ikut serta pada kegiatan sehari-hari yang positif.                                   -Membersihkan ruangan rumah.
 Biasanya anak-anak yang suka bermain-main dengan mainanya akan membuat situasi berantakan di ruangan rumah, ajarkan pada anak untuk bisa membersihkan dan merapikan sendiri setelah selesai bermain.
-Membaca buku-buku bacaan.
Buku-buku bacaan sebagai altenatif guru yang baik. Buku sebagai sumber ilmu yang tiada batas, banyak jenis buku yang bisa dibaca dan membahas berbagai tema dan masalah. -Membaca majalah atau koran. Dengan membaca koran dan majalah akan menambah wawasan pada orang tua sehingga bisa mempunyai wawasan yang lebih luas dan bisa diajarkan.
-Membaca Kitab Suci.
 Dengan mendengarkan bacaan kitab suci biasanya sianak akan memiliki spiritual yang lebih baik bila dewasa kelak.
-Menulis.
Anak akan memperhatikan bila orang tua sedang menulis dan akan menirunya dengan coret-coret, biasanya di dinding namun, sebaiknya di buku-buku yang telah disediakan orang tua, sehingga termasuk juga mengajarkan kerapian dan kebersihan.
-Bagi keluarga yang punya halaman berumput, biasanya setiap bulan sekali rumput akan jadi panjang dan tidak beraturan, maka anak bisa diajari juga bagaimana merapikan halaman.
-Mencuci kendaraan.
Baik motor maupun mobil bila tidak terlalu kotor bisa dicuci sendiri di rumah, sekaligus mengajarkan anak bagaimana memperlakukan kendaraan.
-Mengajak ke bengkel.
 Biasanya anak akan senang bila diajak ikut serta kebengkel,dan biasanya akan menambah ide bagi si anak untuk lebih mengenal jenis kendaraan bermotor, bisa juga nanti menjadi idola si anak untuk berwiraswasta dengan membuka bengkel dan lain-lain.
2.Berikan contoh untuk mentaati waktu, Yaitu waktu bermain, waktu belajar dan waktu tidur.
      Biasanya anak di bawah lima tahun memerlukan waktu tidur lebih banyak dibandingkan dengan orang dewasa.Sehingga sebagai orang tua terutama Ibu harus bisa mengajarkan waktu-waktu kapan harus bermain dan kapan harus beristirahat. Hal ini dilakukan untuk kesehatan anak itu sendiri.
3.Menghindarkan anak-anak dari hal-hal yang bersifat buruk: 
-Bertengkar di depan anak-anak.
Karena dengan bertengkar di depan anak-anak secara otomatis akan memberikan contoh kekerasan dalam keluarga didepan anak, sehingga bisa menimbulkan trauma psikis pada si anak itu sendiri.
-Membiarkan anak tidak disiplin.
Kadang didikan keras bisa membuat disiplin pada si anak dan dengan dimanja anak tidak bisa mandiri dan bertanggung jawab.
-Memukul anak secara langsung di depan anak-anak yang lain.
Tindakan ini akan mengakibatkan hilangnya rasa kepercayaan diri si anak.
-Bila ayah sedang keras pada anak dalam arti tujuan mendidik si ibu tidak boleh membela si anak, sebab bila dibela si anak tidak akan jera bila melakukan kesalahan. Sebaliknya bila si ibu sedang keras pada anak dalam arti mendidik. Sang ayah pun tidak boleh membela kesalahan pada anak sehingga terjalin kerjasama mendidik anak yang baik dan seimbang.
-Jangan berikan tontonan baik berupa film-film kekerasan atau sinetron drama yang bersifat cengeng dan mendramatisi. Hal ini untuk menghindari anak dari sifat-sifat yang kurang baik dari dampak yang ditontonnya.Carilah tontonan yang menjadikan tuntunan bagi anak-anak kita.
4. Sisakan waktu bersama Anak-anak. 
Di tengah-tengah kesibukan sebagai orang tuan sisakan waktu untuk bermain bersama anak-anak,sehingga timbul rasa kasih sayang sekaligus pembelajaran pada anak.
5. Menginjak usia anak 7 tahun
Bagi yang muslim bila sampai belum sholat ajarkan dengan sedikit keras bukan kekerasan, yakni bisa dengan pukulan ringan sekitar pantat untuk mengingatkan anak agar segera sembahyang.
6. Di atas usia 7 tahun 
Pada usia ini, anak akan bisa diberikan tangung jawab yang lebih sehingga tidak terlalu merepotkan orang tua.
 Semoga berhasil !
Sumber :www.shvoong.com

Bagaimana Mengatasi Anak susah Makan?

Tips :Mengatasi Anak Susah Makan




Problema sulit makan ini dialami anak di usia balita. Umumnya mulai ditemui pada usia anak 1-4 th. Banyak hal yang menyebabkan anak susah makan. Karena bagi anak, saat makan itu bukan hanya pemenuhan gizi tetapi juga saat penuh tantangan, rasa ingin tahu, berlatih, belajar, dsb.
Berikut sekilas bahasan penyebab anak susah makan & tips singkat mengatasinya :

1. Bosan dengan menu makan ataupun penyajian makanan.
Menu makan saat bayi (> 6 bl) yg itu-itu saja akan membuat anak bosan dan malas makan. Belum lagi cara penyajian makanan yg campur aduk antara lauk pauk spt makanan diblender jadi satu. Sama spt
orang dewasa, kalau kita makan dg menu yg sama tiap hari dan disajikan dg campur aduk, pasti akan malas makan. Begitu juga dg pengenalan makanan kasar.

Tips : Tentu saja variasikan menu makan anak. Jika perlu buat menu makan anak min. selama 1 minggu utk mempermudah ibu mengatur variasi makanan. Jadi tergantung pinter-pinter- nya ibu memberikan makanan bervariasi. Spt kalau anak gak mau nasi, kan bisa diganti dg roti, makaroni, pasta, bakmi, dsb. Penyajian makanan yg menarik juga penting sekali. Jangan campur adukkan makanan. Pisahkan nasi dg lauk pauknya. Hias dg aneka warna & bentuk. Jika perlu cetak makanan dg cetakan kue yg lucu.

2. Memakan cemilan padat kalori menjelang jam makan , sehingga anak tidak merasa lapar. Seperti permen, minuman ringan, coklat, hingga snack ber-MSG, dsb. Akibatnya ketika jam makan tiba anak sudah kekenyangan.

Tips : Atur makanan selingan atau cemilan jauh sebelum waktu
makan tiba. Beri juga cemilan yang sehat spt potongan buah, sayur
kukus, keju, yoghurt, es krim, cake buatan ibu, dsb.

3. Minum susu terlalu banyak
Susu di banyak keluarga dianggap sebagai makanan dewa yang bisa menggantikan makanan utama spt nasi, sayur & lauk pauknya Orangtua cenderung kurang sabar memberikan makanan kasar. Atau orang tua sering takut anaknya kelaparan, sehingga makanan diganti dengan susu..Akhirnya, daripada perut si anak tidak kemasukan makanan, diberikan saja susu berlebihan. Padahal setelah anak berusia 1th, kehadiran susu dalam menu sehari-hari bukanlah hal wajib. Secara gizi, susu hanya untuk memenuhi kebutuhan kalsium dan fosfor saja. Kan kalsium dan fosfor ini dengan mudah kita dapatkan
dalam ikan-ikanan, sayur & buah.

Tips : Kurangi susu ! Di atas usia 1 tahun kebutuhan susu hanya 2 gelas sehari. Mulailah melatih anak dg berbagai jenis makanan. Ubah pola pikir orangtua.

4. Terpengaruh kebiasaan orang tuanya.
Anak suka meniru apa yang dilakukan oleh anggota keluarga lainnya, terutama orang tuanya. Banyak perilaku yg dilakukan ortunya ygmempengaruhi perilaku makan anak. Mis. anak yang tumbuh dalam
lingkungan keluarga yang malas makan (ex. diet), akan mengembangkan perilaku malas makan juga. Perilaku lainnya, sering kita jumpai orang tua masih menyuapi anak yang sudah kelas V SD. Akibatnya anak gak terlatih untuk bisa makan sendiri. Perilaku makan yang kurang pas juga spt kebiasaan ortu ketika menenangkan anak yg sedang rewel dengan cara membelikan jajanan yang padat kalori (permen, minuman ringan, coklat, dsb.). Akibatnya anak kekenyangan & malas makan.

Tips :
Perhatikan & ubah kebiasaan & perilaku orang tua kapanpun, termasuk perilaku makan. Ingat, anak merekam, belajar & menerapkan semua hal yg ia dapat dari lingk sekitarnya, terutama ortunya. Biarkan anak mencoba memakan makanan sendiri sejak dini, tanpa disuapi. Gak perlu takut berantakan. Feeding is about learning.

5. Munculnya sikap negativistik รจ fase normal yg dilewati tiap anak.
Pada usia >2 th, anak sering membangkang / tidak mau patuh. Saat makan tiba, anak terkadang bilang gak mau, makanannya suka dilepeh atau dilempar, dsb. Ini disebut sikap negativistik. Sikap negativistik merupakan fase normal yg dilalui tiap anak usia balita. Sikap ini juga suatu bagian dari tahapan perkembangannya untuk menunjukkan keinginan untuk independent . Jadi batita umumnya ditandai dengan AKU, artinya segala sesuatunya harus berasal dari AKU bukan dari orang lain; intinya power. Nah banyak ortu yg gak memahami hal ini, sehingga lantaran khawatir kecukupan gizi anak tidak terpenuhi, orang tua biasanya makin keras memaksa anaknya makan. Ada ortu yg mengancam anaknya bahkan memukul. Cara2 tsb harus dihindari.

Justru semakin anak pd usia ini dipaksa, justru akan makin melawan (sebagai wujud negativistiknya) . Realisasinya apalagi kalau bukan penolakan terhadap makanan. Bisa dimaklumi kalau ada orang yang
sampai dewasa emoh makan nasi atau sama sekali tak menyentuh daging. Bisa jadi sewaktu masih kecil yang bersangkutan sempat mengalami trauma akibat perlakuan orang tuanya yang selalu memberinya makan secara paksa.

Tips : Pahami kondisi anak dg baik. Jadilah ortu yg otoritatif. Artinya bersikap tidak memaksa, tetapi juga tidak membiarkan begitu saja. Bina komunikasi yg baik dg anak. Bersabarlah menghadapi anak.
Kan rumah adalah madrasah pertama & utama bagi anak.

6. Anak sedang sakit / sedih
Anak tidak mau makan dapat juga disebabkan krn anak sedang sakit atau sedang sedih. Kalau semula anak terlihat aktif, riang dan cerewet, maka di kala sakit ia lebih suka diam dan terlihat malas-malasan.

Tips : Kembali pada konsep bina komunikasi yg baik. Jangan paksakan anak kalau gakmau makan. Beri makanan ringan yg padat kalori, spt makaroni skutel, dsb.

Yg jelas dan perlu diingat baik2 oleh tiap ortu adalah, seberapapun anak gak mau / susah makan, ia tidak akan membiarkan dirinya kelaparan ! Selama mentalnya sehat. Artinya, begitu ia kelaparan, maka ia akan makan.

Tetap kreatif mengolah & menyajikan makanan, bina komunikasi yg baik, terus belajar menjadi ortu & memahami kondisi anak, dan bersabar.

Sumber :www.pitoyo.com








Bagaimana Menerapkan Disiplin Pada Anak?


Tips : Menerapkan Disiplin Pada Anak

      Membesarkan anak tidak selalu mudah dan orangtua perlu menggunakan metode/cara yang efektif untuk menanggani masalah disiplin anak. Disiplin yang baik harus melibatkan rasa hormat dan empati dalam mendidik anak Anda. Anak yang dibesarkan dan diberikan disiplin dengan cinta kasih biasanya akan lebih bahagia, lebih akrab, dan berperilaku lebih baik. Berikut tips tentang teknik yang baik dan efektif untuk menerapkan disiplin pada anak.
1. Buatlah hubungan saling menghormati antara Anda dan Anak.
    Sikap ini akan menumbuhkan hubungan saling mencintai dan saling percaya
2. Miliki Rasa Empati
   Hormati perasaan anak dan ajari mereka untuk menghormati perasaan orang lain juga. Ajak anak berdiskusi  dengan menanyakan apa yang akan orang rasakan atas tindakan yang anak lakukan
3. Kenali usia dan tahapan perkembangan anak.
   Memahami tahap perkembangan anak dan mengapa anak-anak berperilaku seperti yang mereka lakukan sangatlah penting. Misalnya, Anda tidak bisa mengharapkan anak berumur 2 tahun untuk memahami mengenai logika dan alasan. Oleh karena itu, pahamilah kemampuan dan disiplin sesuai tahap perkembangan anak.
4. Ajak anak berbicara dari hati ke hati.
    Time in, not time out. Ketika anak berperilakau tidak baik, mereka sebenarnya ingin mengatakan sesuatu. Daripada membuat anak semakin menjauh dari Anda, coba dekati dan tanyakan dengah lembut apa yang sedang mereka rasakan. Dengan melakukan hal ini, Anda bisa menghilangkan perilaku nakal anak. Anda akan belajar mengapa anak melakukan perilaku tersebut dan apa yang dapat Anda lakukan untuk mengatasinya.
5. Konsisten
    Anak-anak membutuhkan konsistensi terhadap apa yang orangtua katakan kepada mereka. Tindak lanjuti dan berusahalah konsistensi atas pesan atau nasehat yang sudah Anda sampaikan kepada anak.
6. Mengantisipasi dan mencegah.
    Ketahui apa yang bisa memicu anak rewel. Misalnya, jika Anda tahu anak rewel pada waktu tertentu, cobalah untuk menghindari keluar pada saat itu. Berilah anak makan sebelum pergi ke swalayan atau ke pasar untuk menghindari mereka merengek dibelikan jajanan.
7. Berikan pilihan 
   Berikan pilihan namun tetap beri mereka batasan. Membuat pilihan akan memungkinkan anak merasa dianggap, hinggga akhirnya anak akan lebih kooperatif. Batasi pilihan untuk hal-hal yang Anda anggap bisa diterima, misalnya menawarkan mereka pilihan dua makan untuk sarapan yang Anda bersedia untuk menyiapkan pilihan mereka.
8. Tekankan konsekuensi apa yang mereka terima bila melakukan suatu tindakan
    Ada konsekuensinya yang harus mereka terima terhadap tindakan yang mereka lakukan, misalnya, "jika kamu mengambil mainan adikmu, maka kamu tidak akan diizinkan untuk bermain di ruang bermain". Namun, tidak ada kompromi untuk keselamatan dan kesehatan anak. Jadi tentu Anda tidak akan membiarkan anak membahayakan diri mereka sendiri ataupun orang lain.
9. Terkankan bahwa yang tidak Anda sukai adalah perilaku anak, bukan diri mereka.
    Anak-anak sangat sensitif dan mungkin akan merasa bahwa Anda tidak menyukai mereka, jadi tekankan pada anak bahwa perilaku mereka tidak Anda sukai.
10.Beri pujian pada anak
    Beri pujian atau pelukan hangat ketika anak melakukan sesuatu yang baik, bukan hanya mengkritik mereka jika melakukan sesuatu yang salah. Hal ini akan membuat lebih seimbang dalam mengasuh dan menerapkan disiplin pada anak.
Sumber :oketips.com


Kamis, 17 Mei 2012

Selamat Datang di Blog Toko Buku-Buku Anak

      Dengan mengucapkan syukur Alhamdulillah, Blog Arrohman_Akarmedia telah berhasil saya tulis dan sekaligus saya terbitkan mulai hari ini. Semoga menjadi media informasi dan komunikasi yang  dapat bermanfaat khususnya bagi saya sendiri dan umumnya bagi pengunjung yang ingin mendapatkan informasi seputar dunia anak dan buku khusus untuk anak-anak: PAUD, PG, TK, dan TKQ/TPQ. serta artikel-artikel yang mungkin bermanfaat bagi kita semua baik, guru, orang tua, maupun para calon orang tua.
     Adapun tujuan saya menulis Blog ini adalah untuk berbagi ilmu dan pengalaman seputar dunia anak serta informasi buku-buku anak sebagai sarana penunjang belajar mengajar di sekolah maupun di rumah.
Melalui buku kita selaku orang tua atau guru menjadi lebih proaktif dalam mendidik anak-anak dan anak-anak pun merasa termotivasi untuk belajar lebih asyik dan menyenangkan.
    Diharapkan melalui buku yang sesuai dengan tingkatan usia, diusahakan kita berhasil membentuk perkembangan psikis, fisik motorik, dan mental anak-anak kita menjadi lebih aktif, kreatif, dan positif.
      Di samping itu,kami pun menerima layanan produk lain yang berhubungan dengan perlengkapan sekolah: seragam harian, seragam olah raga, paket alat tulis, topi, peci, krudung, tas, dan spanduk/banner.
Silakan, simak artikel seputar dunia anak dan informasi lainnya! Semoga kita menjadi pendidik dan teladan  yang baik bagi anak-anak kita! 
Salam sukses selalu untuk kita yang cinta buku anak.

A.Saepulrohman