Minggu, 27 Mei 2012

Bagaimana Mendidik Anak Sejak Dini?


Tips Mendidik Anak Sejak Dini 

      Dari hasil pengamatan, wawancara dengan rekan kerja dan berdasarkan pengalaman sendiri, bahwa orang tua sangat besar peranya dalam mendidik anak, terutama pada anak-anak sejak kecil. Mendidik anak sejak dini sangat menentukan bagaimana perkembangan kedewasaan anak. Sebagai orang tua apapun tingkah lakunya akan dilihat oleh anak dan dijadikan contoh perilaku anak, baik yang baik maupun yang buruk sekalipun. 
Pada dasarnya anak berumur di bawah lima tahun rasa ingin tahu dan belajarnya sangat tinggi.Daya ingat bagi anak di bawah lima tahun sangat tajam dan sebagai orang tua sudah selayaknya memberikan contoh dalam kehidupan sehari-hari dan pada kegiatan-kegiatan yang positif. Sebagai contoh bila orang tua suka membaca, atau suka menulis atau suka berolah raga atau suka menyanyi dan sebagainya, ada kecenderungan si anak untuk mencontohnya. Karena itu berbanggalah orang tua bila bisa melakukan kegiatan-kegiatan positif seperti tersebut diatas sebagai contoh, nantinya akan menanamkan jiwa pada diri anak untuk suka menulis,menggambar,membaca dan lain-lain.Berikut ini adalah beberapa tips mendidik anak sejak usia dini.
1.Berikan contoh dengan mengajaknya ikut serta pada kegiatan sehari-hari yang positif.                                   -Membersihkan ruangan rumah.
 Biasanya anak-anak yang suka bermain-main dengan mainanya akan membuat situasi berantakan di ruangan rumah, ajarkan pada anak untuk bisa membersihkan dan merapikan sendiri setelah selesai bermain.
-Membaca buku-buku bacaan.
Buku-buku bacaan sebagai altenatif guru yang baik. Buku sebagai sumber ilmu yang tiada batas, banyak jenis buku yang bisa dibaca dan membahas berbagai tema dan masalah. -Membaca majalah atau koran. Dengan membaca koran dan majalah akan menambah wawasan pada orang tua sehingga bisa mempunyai wawasan yang lebih luas dan bisa diajarkan.
-Membaca Kitab Suci.
 Dengan mendengarkan bacaan kitab suci biasanya sianak akan memiliki spiritual yang lebih baik bila dewasa kelak.
-Menulis.
Anak akan memperhatikan bila orang tua sedang menulis dan akan menirunya dengan coret-coret, biasanya di dinding namun, sebaiknya di buku-buku yang telah disediakan orang tua, sehingga termasuk juga mengajarkan kerapian dan kebersihan.
-Bagi keluarga yang punya halaman berumput, biasanya setiap bulan sekali rumput akan jadi panjang dan tidak beraturan, maka anak bisa diajari juga bagaimana merapikan halaman.
-Mencuci kendaraan.
Baik motor maupun mobil bila tidak terlalu kotor bisa dicuci sendiri di rumah, sekaligus mengajarkan anak bagaimana memperlakukan kendaraan.
-Mengajak ke bengkel.
 Biasanya anak akan senang bila diajak ikut serta kebengkel,dan biasanya akan menambah ide bagi si anak untuk lebih mengenal jenis kendaraan bermotor, bisa juga nanti menjadi idola si anak untuk berwiraswasta dengan membuka bengkel dan lain-lain.
2.Berikan contoh untuk mentaati waktu, Yaitu waktu bermain, waktu belajar dan waktu tidur.
      Biasanya anak di bawah lima tahun memerlukan waktu tidur lebih banyak dibandingkan dengan orang dewasa.Sehingga sebagai orang tua terutama Ibu harus bisa mengajarkan waktu-waktu kapan harus bermain dan kapan harus beristirahat. Hal ini dilakukan untuk kesehatan anak itu sendiri.
3.Menghindarkan anak-anak dari hal-hal yang bersifat buruk: 
-Bertengkar di depan anak-anak.
Karena dengan bertengkar di depan anak-anak secara otomatis akan memberikan contoh kekerasan dalam keluarga didepan anak, sehingga bisa menimbulkan trauma psikis pada si anak itu sendiri.
-Membiarkan anak tidak disiplin.
Kadang didikan keras bisa membuat disiplin pada si anak dan dengan dimanja anak tidak bisa mandiri dan bertanggung jawab.
-Memukul anak secara langsung di depan anak-anak yang lain.
Tindakan ini akan mengakibatkan hilangnya rasa kepercayaan diri si anak.
-Bila ayah sedang keras pada anak dalam arti tujuan mendidik si ibu tidak boleh membela si anak, sebab bila dibela si anak tidak akan jera bila melakukan kesalahan. Sebaliknya bila si ibu sedang keras pada anak dalam arti mendidik. Sang ayah pun tidak boleh membela kesalahan pada anak sehingga terjalin kerjasama mendidik anak yang baik dan seimbang.
-Jangan berikan tontonan baik berupa film-film kekerasan atau sinetron drama yang bersifat cengeng dan mendramatisi. Hal ini untuk menghindari anak dari sifat-sifat yang kurang baik dari dampak yang ditontonnya.Carilah tontonan yang menjadikan tuntunan bagi anak-anak kita.
4. Sisakan waktu bersama Anak-anak. 
Di tengah-tengah kesibukan sebagai orang tuan sisakan waktu untuk bermain bersama anak-anak,sehingga timbul rasa kasih sayang sekaligus pembelajaran pada anak.
5. Menginjak usia anak 7 tahun
Bagi yang muslim bila sampai belum sholat ajarkan dengan sedikit keras bukan kekerasan, yakni bisa dengan pukulan ringan sekitar pantat untuk mengingatkan anak agar segera sembahyang.
6. Di atas usia 7 tahun 
Pada usia ini, anak akan bisa diberikan tangung jawab yang lebih sehingga tidak terlalu merepotkan orang tua.
 Semoga berhasil !
Sumber :www.shvoong.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar